Saturday, May 13, 2006

Strategi Membuka Warung

"BANYAK Jalan Menuju Roma" begitu kata sebuah pepatah. Untuk memiliki penghasilan besar, seseorang mempunyai pilihan, menjadi karyawan atau wirausahawan (entrepreneur).

Memang ada perbedaan sikap mental mendasar antara wirausahawan dengan karyawan. Wirausahawan selalu berpikir bagaimana menciptakan peluang bisnis, sedangkan karyawan berpikir bagaimana mengerjakan pekerjaan yang ada dengan lebih baik. Karenanya wirausahawan cenderung bersikap proaktif atau tanggap terhadap perubahan yang terjadi sedangkan karyawan cenderung pasif karena terbiasa menunggu dan mengerjakan apa yang harus dikerjakan.

Membuka warung atau toko kebutuhan sehari-hari adalah ide yang sangat baik. Bahkan pembaca setia kita kali ini sudah berpikir matang dengan melakukan analisis situasi persaingan atau studi kelayakan kecil-kecilan apakah usaha warung tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Di sisi lain untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses adalah jangan takut risiko karena dalam setiap peluang usaha selalu terkandung unsur risiko.

Menurut kelengkapan jenis barang yang disediakan maka outlet penjualan barang dapat diurutkan dari besar ke kecil seperti berikut:

Hipermarket, misalnya Carrefour, Makro, Alfa dll.
Pedagang grosir besar
Supermarket, toko besar, pedagang grosir kecil
Minimarket, toko kecil
Warung
Kaki Lima
Masing-masing sebenarnya memiliki karakteristik konsumen yang berbeda-beda. Konsumen yang datang ke hipermarket cenderung berbelanja kebutuhan minimal satu minggu atau bahkan satu bulan. Atau mungkin para pedagang yang akan menjual kembali barang yang dibeli tersebut. Konsumen yang datang ke pedagang grosir umumnya para pedagang. Kemudian konsumen supermarket biasanya membeli untuk kebutuhan sehari-hari, demikian seterusnya. Memang pangsa pasar supermarket, minimarket dan warung cenderung berhimpitan. Tetapi sesungguhnya masih dapat dibedakan. Di tempat tinggal teman saya ada salah satu warung kecil (melihat lokasi dan ukurannya) tapi yang datang selain penduduk sekitar juga banyak para pedagang kecil yang membeli untuk dijual kembali alias menjadi semacam pedagang grosir kecil. Memang warung tersebut terkenal murah dan relatif komplet jenis barang dagangannya. Jadi walaupun warung tersebut terletak di gang sempit dan kecil, tetap saja laris dagangannya.

Apabila ingin membuka warung atau toko dengan kondisi persaingan seperti itu maka pelajari dengan baik kelengkapan barang dagangan supermarket. Apakah sudah menyediakan bahan pokok kebutuhan sehari-sehari seperti sayur- mayur, daging segar, ikan asin dan sebagainya. Bila belum, tentunya peluang untuk dapat menyediakannya. Tidak harus dalam jumlah banyak, sedikit namun bervariasi. Tentunya bila omset meningkat akan dapat disesuaikan tingkat persediaan barang dagangannya. Apabila supermarket sudah menyediakan hal itu semua, maka pelajarilah strategi harga supermarket tersebut. Perlu diketahui bahwa barang di supermarket atau bahkan hipermarket tidak selalu lebih murah. Pada dasarnya mereka melakukan praktek strategi harga murah hanya di beberapa jenis barang, khususnya barang-barang yang menjadi bahan kebutuhan sehari-sehari seperti susu, gula pasir, kopi dan sebagainya. Namun di sisi lain mereka melakukan strategi harga yang lebih tinggi atau tingkat keuntungan yang lebih tinggi di banyak jenis barang yang bukan merupakan barang kebutuhan pokok. Sehingga secara umum tingkat keuntungan mereka dari setiap jenis barang berkisar dari 0% sampai dengan 15%. Bahkan untuk makanan kecil untung mereka dapat mencapai lebih dari 50%. Pada umumnya kita tidak tahu pada jenis barang mana mereka lebih murah, dan jenis barang mana yang lebih mahal. Perhatikan betul saat mereka melakukan promosi penjualan barang dan lakukan perbandingan harga dengan mengecek harga barang yang tersedia di berbagai supermarket dan hipermarket.

Supermarket dan hipermarket memang secara umum dapat menjual barang secara lebih murah karena :

Melakukan pembelian barang dalam jumlah lebih besar sehingga mendapat potongan harga yang lebih besar dari pemasok khususnya untuk hipermarket. Mereka biasanya melakukan negosiasi langsung dengan pabrikan atau pembuatnya secara langsung sehingga akan memotong biaya distribusi.
Kebijakan dari pemasok barang yang memberikan potongan harga lebih besar kepada supermarket dan hipermarket.
Biasanya mendapatkan kredit barang dari penjual selama periode tertentu.
Teknologi informasi di mana supermarket dan hipermarket dapat segera melakukan penyesuaian harga dari waktu ke waktu dimana pada saat sepi mereka melakukan strategi harga murah dan pada saat ramai mereka dapat menaikkan harga.
Untuk bersaing dengan supermarket jelas selalu mungkin, asalkan jeli dan bisa membidik calon pelanggan yang berbeda atau bahkan pelangggannya sama dengan strategi menyediakan lebih banyak jenis variasi barang dagangan yang berbeda dengan yang dijual di supermarket. Tidak semua barang kebutuhan sehari-hari supermarket mau menyediakannya dengan berbagai alasan atau kendala yang ada. Maka manfaatkan betul hal tersebut. Penentuan harga barang yang Anda jual dimana jenis barangnya sama dengan yang dijual di supermarket tentunya harus tetap dapat bersaing. Dalam arti bila warung kita tidak bisa lebih murah, maka jangan terlalu memiliki perbedaan harga yang mencolok sehingga konsumen lebih senang berbelanja di supermarket walaupun lebih jauh. Amati juga lingkungan sekitar misalkan apakah tempat tinggal Anda dekat dengan sekolah misalnya ? Apabila dekat maka amati kebutuhan mereka yang dapat diperkirakan berkisar minuman, makanan ringan, buku tulis, alat tulis dan lain-lain. Dengan kondisi seperti itu maka variasikan barang dagangan Anda dengan memanfaatkan kebutuhan calon konsumen warung Anda. Hal ini dapat dilakukan misalkan dengan menyediakan teh botol, es serbuk instan, es teh, es jeruk, makanan ringan, makanan tradisional dan lain-lain. Sehingga selain mereka dan konsumen sekitar warung, membeli es, jajanan dan lain-lain mereka akan teringat kebutuhan lain misalkan sampo, sabun, gula pasir dan lain-lain yang akan meningkatkan penjualan warung Anda. Pelayanan Anda juga harus selalu ramah terhadap pembeli. Hal ini biasanya sering dilupakan oleh para pedagang kecil. Pembeli atau pelanggan adalah manusia-manusia yang senang diperlakukan sebagai raja. Keputusan untuk berbelanja bagi kebanyakan orang selain karena faktor lokasi, harga barang, kenyamanan dan lain-lain maka layanan yang cekatan, tegur sapa yang baik, senyum, tampilan warung yang bersih dan lain-lain juga memegang peranan penting. Hal penting lainnya adalah ketrampilan Anda dalam mencari pemasok barang yang dapat menyediakan harga pokok barang dagangan yang lebih murah. Perhatikanlah iklan-iklan hipermarket seperti Carrefour, Makro dan lain sebagainya, seringkali mereka mengadakan promo dengan harga yang sangat murah atau kalaupun harganya sama mereka melakukan strategi penjualan paket. Apabila Anda jeli melihat peluang yang ada maka membeli barang-barang tersebut akan lebih murah dan bila dijual secara eceran tentunya akan lebih menguntungkan. Perhatikan juga toko-toko atau pedagang grosir yang ada, apabila mereka laris dan mempunyai banyak pelanggan para pedagang maka biasanya harga barang mereka cenderung murah, sehingga Anda dapat membeli persediaan barang dagangan dari grosir-grosir tersebut. Tetapi Anda harus sering melakukan cek harga pasar dan membandingkan harga antar grosir-grosir yang ada. Biaya transportasi juga harus menjadi perhatian dimana hal ini mungkin akan membebani harga pokok barang yang dibeli.

Bila Anda jeli dan pintar dalam berdagang maka sesungguhnya supermarket bukan merupakan suatu ancaman yang harus ditakuti kecuali letaknya berhimpitan dengan warung Anda. Jarak 500 meter sesungguhnya relatif cukup jauh sehingga kemungkinan orang berbelanja ke warung Anda masih sangat besar. Memang supermarket biasanya membidik konsumen dalam jangkauan radius 1.5 km di sekitar supermarket tersebut berada. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa biaya operasional sebuah supermarket tentunya akan lebih besar daripada biaya operasional sebuah warung. Dari sisi risiko, berdagang barang kebutuhan sehari-hari sesungguhnya memiliki risiko yang relatif kecil karena seumpama tidak laku pun minimal dapat dikonsumsi sendiri. Manfaatkan juga saluran telefon yang mungkin dimiliki untuk menjadi wartel sehingga sambil menjaga warung dapat juga melayani kebutuhan komunikasi warga sekitar. Prinsipnya adalah manfaatkan secara maksimal seluruh potensi yang ada. Sediakan barang atau jasa yang dapat segera laku dijual dan mendatangkan untung. Tentunya semua itu harus memperhatikan norma dan kaidah masyarakat setempat.

Apabila Anda memutuskan untuk berbisnis warung maka usahakan agar sesedikit mungkin melakukan investasi dalam bentuk bangunan ataupun peralatan. Usahakan sebanyak mungkin dalam barang dagangan yang memang banyak dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Mesti diingat bahwa keuntungan berdagang kebutuhan sehari-hari secara umum berkisar 5% dari harga pokok. Berdagang barang kebutuhan sehari-hari akan sangat mengandalkan omzet dan bukan tingkat keuntungan. Sebagai ilustrasi katakan omzet penjualan Anda per hari adalah 500 ribu maka secara kasar keuntungan rata-rata yang dapat diperoleh adalah 5% x Rp. 500 ribu = Rp. 25 ribu. Apabila Anda mengambil keuntungan rata-rata 10% dari harga pokok maka kemungkinan besar warung akan ditinggalkan para pembeli. Prinsipnya mengambil tingkat keuntungan yang lebih kecil namun dengan omzet yang sebesar-besarnya. Jadi strategi harga masing-masing jenis produk harga harus diperhatikan dengan benar. Berdagang barang kebutuhan sehari-hari kelihatannya sederhana, tetapi membutuhkan banyak strategi dan trik dalam memperoleh pelanggan yang banyak. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan keuletan dalam berdagang.

Modal sedikit bukan merupakan hambatan yang besar. Apabila sudah mendapat kepercayaan dari para pemasok barang maka Anda dapat menikmati banyak keleluasaan dari para pemasok barang berupa kredit dalam jangka waktu tertentu. Dalam perdagangan adalah sangat sulit untuk menghitung dengan pasti kapan titik pulang pokok (break even point) terlewati. Roda bisnis akan berputar terus dan akan selalu dinamis. Apabila meningkat maka tentunya Anda harus dapat meningkatkan modal kerja yang dibutuhkan karena persediaan barang yang disediakan akan semakin besar. Sehingga sebagian keuntungan yang Anda peroleh seyogianya diinvestasikan kembali ke dalam barang dagangan yang cepat laku. Demikian seterusnya. Kuncinya adalah jangan sampai pengeluaran pribadi Anda melebihi keuntungan yang Anda peroleh sehingga persediaan barang dagangan tidak menyusut atau tergerogoti. Dengan demikian maka omzet dapat ditingkatkan sehingga keuntungan pun juga akan semakin meningkat.

Selamat membuka warung dan semoga beruntung




REFRINAL

Scientific, Promotion & Consumer Research

PT AMERTA INDAH OTSUKA (POCARI SWEAT)

sumber : email

0 Comments:

Post a Comment

<< Home